Yesus Raja Kebenaran
Yohanes 18:33-37
Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh 18:37)
Ungkapan “banyak jalan menuju Roma,” sering dipakai untuk menjelaskan bahwa ada banyak jalan menuju ke surga. Namun, kita tentu setuju hanya yang berasal dari surgalah yang dapat menunjukkan jalan ke surga yang sesungguhnya.
Dalam rangkaian peristiwa penangkapan Yesus, Pilatus sebagai pejabat pemerintahan Romawi sebenarnya tidak ingin terlibat dalam urusan internal agama bangsa Yahudi (ay. 35). Dalam percakapannya dengan Yesus, Pilatus menarik kesimpulan bahwa Yesus mengklaim diri-Nya sebagai seorang raja. Kesimpulan itu direspons Yesus dengan mengatakan, “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja ….” Walaupun demikian, Yesus mengatakan bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, sebab jika dari dunia ini, tidak mungkin Ia diserahkan kepada orang Yahudi. Memberikan kesaksian tentang kebenaran adalah maksud dan tujuan kedatangan Yesus ke dunia dan kerajaan-Nya. Kebenaran itu adalah Diri-Nya sendiri, sebagaimana Ia katakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).
Yesus telah menyatakan kebenaran melalui diri-Nya. Ia bukan dari dunia ini, namun Ia rela datang ke dalam dunia dan mengurbankan diri-Nya untuk menebus manusia dari dosa, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya menerima hidup yang kekal. Maukah kita menerima kebenaran-Nya dan mengasihi Dia?
REFLEKSI:
Menerima Yesus sebagai Raja Kebenaran berarti mengizinkan Dia dan kebenaran-Nya memerintah dalam hidup kita.
Dan. 7:9-10, 13-14; Mzm. 93; Why. 1:4b-8; Yoh. 18:33-37