Mazmur 86:11-17
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm. 86:11)
Doa adalah salah satu cara bagi orang percaya untuk mengungkapkan dan menghayati hubungannya dengan Allah. Begitu pentingnya hubungan dengan Allah itu sehingga doa juga dihayati sebagai nafas hidup orang percaya.
Masalahnya, ego kita cenderung mendominasi dalam doa kita. Dengan kata lain, kita ingin memanfaatkan Allah untuk kepentingan kita. Padahal, doa seharusnya bukan cara untuk memanfaatkan Allah. Doa sharusnya adalah cara kita menghayati dan mempersembahkan diri kepada Allah.
Sehubungan dengan itu, kesalahan terbesar kita ketika berdoa adalah kita terlalu banyak bicara dan hampir tidak pernah mau mendengarkan suara Allah. Idealnya kita bisa mengubah doa kita menjadi doa yang yang mendengarkan. Mengapa? Karena Tuhan sudah tahu apa yang kita minta dan kita harus belajar mendengarkan suara-Nya supaya kita melakukan kehendak-Nya. Kita harus belajar berkata "Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu;" (Mzm. 86:11). Dengan kata lain, kita perlu mengembangkan "doa yang mendengarkan". Doa semestinya tidak hanya berisi kehendak kita atau permohonan kita. Ada tahapan ketika kita harus siap mendengarkan suara Allah yang mau menunjukkan jalan dan rencana-Nya dalam kehidupan kita. Hanya mereka yang setia mendengarkan suara Allah yang akan memperoleh kebenaran yang sesungguhnya.
Refleksi:
Allah pun berbicara ketika kita berdoa.
Mzm. 86:11-17; Yes. 41:21-29; Ibr. 2:1-9