10 March 2019 / Renungan Harian

Waktu Yang Baik Bagi Iblis


media

WAKTU YANG BAIK BAGI IBLIS
Lukas 4:1-13

Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. (Luk. 4:13)

Kesetiaan teruji oleh waktu. Walau tidak mudah, namun selalu ada cara untuk mempertahankan kesetiaan. Jika kita memiliki dasar pijak yang kokoh, kecermatan dan kepekaan dalam menanggapi buaian pencobaan serta kesediaan untuk berkorban, kemenangan atas pencobaan tidaklah jauh.

Jika Adam dan Hawa kalah sewaktu dicobai ular, maka Kristus menang melawan pencobaan Iblis. Dengan demikian strategi Kristus menghadapi pencobaan harus kita ikuti dan lakukan, supaya kita jangan terjebak pada pencobaan Iblis. Kristus memegang firman Allah. Itulah kunci kemenangan-Nya. Kepuasan ragawi, kekuasaan politis, bahkan kesalehan hidup sekalipun tidak membuat Kristus menyerah kepada Iblis. Kristus memilih tidak melakukan kejahatan kepada Bapa-Nya. Iblis pun mundur, tetapi tidak sepenuhnya mundur. Iblis menunggu waktu yang baik untuk menyerang kembali. Dengan penjelasan itu, Penginjil Lukas mengajak kita untuk waspada akan ‘serangan balik’ dari Iblis pada ‘waktu yang baik.’

Kapankah ‘waktu yang baik’ bagi Iblis untuk menggoda? Biasanya dalam situasi hidup yang ekstrim. Saat seseorang berjaya dan berhasil, juga saat seseorang terpuruk dan gagal. Dua titik ekstrim ini menjadi ‘waktu yang baik’ bagi Iblis untuk membuat orang takabur, lupa bersyukur dan juga membuat orang gelap mata dan menghalalkan segala cara. Sekarang jika kita sudah mengetahui hal ini, waspadalah. Kalahkan kuasa Iblis!


 

REFLEKSI:

Kalahkan kuasa Iblis dengan firman Allah!

Ul. 26:1-11; Mzm. 91:1-2, 9-16; Rm. 10:8b-13; Luk. 4:1-13

Latest ARTICLE