. (1Kor. 13:8)
">
Utamakanlah Kasih
1 Korintus 13:1-13
"Kasih tidak berkesudahan …". (1Kor. 13:8)
Ada banyak wujud kesalehan dalam kekristenan, antara lain: sabar, murah hati, dermawan, sopan, tidak pemarah, dan sebagainya. Namun, bagi Paulus, semuanya harus dibungkus oleh kasih. Tanpa bungkus kasih itu, maka segala wujud kesalehan kristiani tersebut “sedikit pun tidak ada faedahnya.”
Kasih, bagi Paulus adalah hal utama dalam menerapkan hidup beriman terhadap orang lain. Kasih selalu bukan terhadap diri sendiri, itu egois namanya. Kasih ditujukan kepada orang lain. Gambarannya tentang kasih begitu jelas, menarik, dan sempurna. Sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak mendendam, tidak bersukacita karena ketidakadilan. Kasih yang tidak berorientasi pada diri sendiri itu bukan hanya sempurna, tetapi juga menyempurnakan segala pikiran dan perbuatan baik manusia. Jika Yakobus menulis, “Iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2:26), maka Paulus kurang lebih mengatakan bahwa iman tanpa kasih adalah tidak berguna. Intinya, kasih adalah ciri hidup orang Kristen, namun sangat sulit diterapkan.
Dalam keseharian hidup Kristen, kasih sangat biasa didengar, namun langka dilihat. Alasannya, yah itu tadi, sulit menerapkannya karena menyangkut sikap kita kepada orang lain. Firman Tuhan dengan tidak jemu kembali mengingatkan “mutiara” hidup Kristen ini kepada kita. Untuk memperoleh mutiara, seseorang harus berupaya dengan keras.
DOA:
Tuhan, kami ingin belajar menerapkan kasih sehingga kami mengenalnya dengan sempurna. Amin.
Yer. 1:4-10; Mzm. 71:1-6; 1Kor. 13:1-13; Luk. 4:21-30