Wahyu 3:7-13
Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. (Why. 3:8)
Dietrich Bonhoeffer pernah berkata, “Keselamatan itu cuma-cuma, tetapi pemuridan harus dibayar seumur hidup.” Ketekunan dan kesetiaan pada firman Tuhan teruji di dalam waktu dan pergumulan.
Tuhan mengenal segala pekerjaan jemaat Filadelfia dan memujinya karena itu: pekerjaannya, ketaatannya kepada firman Tuhan, dan kesetiaannya tidak menyangkal nama Kristus (ay. 8). Pujian itu diberikan Kristus sebagai ganjaran atas kesetiaan Filadelfia menuruti firman Tuhan dan ketekunannya menantikan Tuhan, dan Kristus berjanji akan melindungi jemaat Filadelfia (lih. ay. 10). Kekuatan jemaat Filadelfia tidak seberapa jika dibandingkan dengan “jemaah Iblis” (ay. 9), jemaat yang sengaja menentang Kristus dan ajaran-Nya serta mengacaukan jemaat. Namun, kekuatan jemaat Filadelfia tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Kristus yang akan melindungi mereka. Ketekunan dan kesetiaan Filadelfia telah membuka pintu hati Tuhan.
Memilih untuk setia kepada firman Tuhan dan disiplin menghidupi firman-Nya memang tidak mudah. Namun, kita tidak berjalan dengan kekuatan kita sendiri. Tuhan menyertai dan memberi kekuatan, dan melindungi kita sehingga dapat selamat melewati berbagai tantangan dan cobaan. Maka, sekalipun tidak mudah, tetaplah tekun dan setia menantikan Tuhan menyatakan kuasa-Nya untuk membela orang-orang yang berharap pada-Nya.
DOA: Ajarlah saya bertekun di dalam firman-Mu, ya Tuhan, karena hanya firman-Mu yang mampu menguatkan imanku. Amin.
Mzm. 109:21-31; Yeh. 20:18-32; Why. 3:7-13