14 June 2019 / Renungan Harian

TUNJUKKAN KESATUAN HIDUP DALAM ROH


media

Efesus 4:1-6

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera …. (Ef. 4:2-3)

Ada kejadian menarik saat pelaksanaan acara sepeda santai ketika bulan keluarga di GKI Taman Cibunut, Bandung. Pertama, gerimis datang. Hal itu membuat seluruh peserta sedikit dag dig dug, karena bisa mengakibatkan acara tidak terlaksana. Ketua panitia berseru, “Apakah kita tetap semangat Saudara-saudara?!” Semua orang menjawab, “Semangat!” Beberapa menit kemudian gerimis reda. Perjalanan sepeda santai dimulai. Kedua, hambatan lain terjadi. Rantai sepeda seorang peserta lepas. Panitia meminta semua pesepeda berhenti, mereka dipersilakan ngobrol atau foto-foto sambil menunggu perbaikan rantai. Setelah sepeda selesai diperbaiki, perjalanan dilanjutkan. Namun, tak berapa jauh berjalan, seorang pesepeda jatuh. Kembali panitia meminta para pesepeda berhenti. Kemudian, mereka meneruskan bersepeda sampai garis akhir bersama-sama. Kebersamaan terjaga dari awal sampai akhir.

Orang Kristen sejati harus hidup sesuai dengan panggilannya. Hidup sesuai dengan panggilan yang dimaksud Rasul Paulus adalah menjaga kesatuan Roh; satu tubuh, satu Roh, satu iman, satu baptisan dan satu Allah. Kesatuan ini harus dapat ditunjukkan dalam hidup saling membantu di antara jemaat. Bagaimana dapat dilakukan? Harus ada kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran dari setiap orang (ay. 2).

Panggilan ini juga ditujukan kepada kita semua, orang Kristen zaman sekarang. Sabar seorang dengan yang lain. Saling mengutamakan dan tidak sombong. Menunjukkan sikap saling tolong, sebagai wujud kesatuan kita dalam Roh.

DOA: Allah Bapa yang penuh kasih karunia, tolonglah kami merendahkan hati sehingga tidak mau menang sendiri, melainkan menjaga kesatuan Roh dengan yang lain. Amin.

Mzm. 8; Ams. 3:19-26; Ef. 4:1-6

Latest ARTICLE