TUHAN ADALAH GEMBALAKU
Mazmur 23
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (Mzm. 23:2-3)
Mazmur 23 berbicara tentang padang yang berumput hijau dan air yang tenang. Namun, mengingat situasi geografis Israel, maka padang yang berumput hijau dan air yang tenang bukanlah hal yang mudah didapatkan. Di tanah di mana perbandingan antara rumput hijau dan tanah cadas adalah 1:1000, maka tidak mudah bagi domba-domba mendapatkan padang yang berumput hijau dan air yang tenang. Setiap hari domba-domba itu harus melewati tanah cadas berbatu-batu dengan jurang di kanan-kiri untuk sampai di tujuan. Dalam perjalanan itu selalu ada kemungkinan tubuh mereka tergores batu cadas atau kaki mereka terkilir, bahkan kehilangan nyawa.
Namun, domba-domba tersebut tetap melewati jalan yang berbahaya itu hingga akhirnya sampai di padang yang berumput hijau dan air yang tenang. Bagaimana bisa? Kunci utamanya adalah karena mereka tidak sibuk mengeluh tentang kondisi jalan yang mereka lalui atau ngambek dan tidak mau melanjutkan perjalanan.
Bagi mereka, yang penting bukanlah jalan macam apa yang harus mereka lalui, tetapi bagaimana mereka melalui jalan tersebut, yaitu dengan mengikuti dan hanya mengikuti sang gembala. Mereka bukan sekadar percaya pada tuntunan sang gembala, tetapi mereka juga memercayai penuh sang gembala, bahwa mereka pasti akan sampai ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang jika mereka mengikutinya.
REFLEKSI:
Ketika jalan hidup kita terjal dan sulit, ingatlah bahwa kita bisa selamat jika mengikuti Tuhan, sang Gembala Agung.
Mzm. 23; Yeh. 20:39-44; Why. 6:1—7:4