TIDAK MENYIA-NYIAKAN KASIH KARUNIA
Ibrani 2:1-9
… bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu …. (Ibr. 2:3)
“Jadi orang Kristen itu enak. Tuhan senantiasa baik dan mengasihi kita. Dosa-dosa kita diampuni dan akan selalu diampuni-Nya.” Apakah Saudara setuju dengan ungkapan ini? Saya setuju. Tetapi perlu diikuti dengan keyakinan ini, ”Karena Tuhan baik, maka saya tidak boleh menyia-nyiakan kebaikan-Nya. Jangan mentang-mentang dosa kita telah dan akan diampuni, lalu kita menyia-nyiakan pengampunan-Nya.”
Peringatan di atas disampaikan oleh penulis surat Ibrani. Firman Tuhan kekal. Setiap pelanggaran akan mendapat balasan setimpal (ay. 2). Karena itu, seseorang yang sudah mendapat anugerah keselamatan tidak boleh menyia-nyiakan keselamatan dari Tuhan (ay. 3). Keselamatan yang dikaruniakan adalah bukti cinta Tuhan kepada umat-Nya. Di dalam Yesus yang menderita dan wafat, Allah benar-benar mengasihi umat-Nya (ay. 5-9). Karena itu, seseorang yang telah menerima kasih Allah yang menyelamatkan ini perlu bertanggung jawab dengan cara tidak menyia-nyiakan anugerah Allah dan hidup seturut dengan kehendak-Nya.
Ada orang Kristen yang menerima anugerah seperti barang yang murah, yakni mudah didapatkan dan tidak dijaga karena dianggap murahan. Kita tidak boleh seperti itu. Hidup kita telah ditebus oleh Kristus dengan harga yang mahal, yaitu hidup-Nya sendiri. Dengan menghayati itu, mestinya kita akan terdorong untuk bertanggung jawab memuliakan Tuhan di dalam dan melalui hidup yang sudah diselamatkan (1Kor. 6:20).
DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami agar mampu menjalani hidup yang Engkau telah selamatkan dengan bertanggung jawab. Amin.
Mzm. 31:10-17; Yes. 53:10-12; Ibr. 2:1-9