Lukas 2:1-14
…karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Luk.2:7)
Tidak ada tempat bagi Yusuf dan Maria di rumah penginapan sehingga mereka terpaksa meletakkan Anak Sulung mereka di palungan. Demikianlah fakta yang dicatat Lukas. Tidak ada rumah penginapan bagi kedua tamu asal Nazareth itu. Namun, tempat ternyata masih ada bagi mereka, tetapi bukan di rumah penginapan, melainkan di kandang bagi Maria dan Yusuf, dan lebih khusus lagi, palungan bagi bayi Yesus.
Sebuah kandang pasti jauh kondisinya dibandingkan rumah penginapan. Namun, kandang itu mau membuka diri. Kandang itu menyediakan dirinya menjadi tempat inap keluarga muda Nazaret. Karena itu, kita tidak boleh mengatakan hanya kandang. Lebih tepat, ada kandang! Itu berarti: ada tempat!
Palungan juga membuka diri bagi Anak yang baru dilahirkan itu. Baik kandang maupun palungan bersedia menjadi tempat bermalam. Mereka bersedia memberi ruang. Meski sederhana, itulah yang diperlukan Maria, Yusuf, dan Yesus. Mereka tidak perlu terus berjalan, mereka telah memiliki tempat bermalam, dan pada saat itulah Yesus lahir!
Sang Imanuel tidak lahir di rumah penginapan karena tidak ada rumah penginapan yang bersedia menjadi tempat kelahiran-Nya. Sang Imanuel lahir di kandang, lebih khusus lagi terbaring di dalam palungan, karena merekalah yang menyediakan diri mereka menjadi tempat kelahiran-Nya. Adakah tempat bagi Dia di hati kita?
Doa:
Tuhan, hati kami terbuka untuk kehadiran-Mu. Amin.
Yes.9:2-7; Mzm.96; Tit.2:11-14; Luk.2:1-14 [15-20]