01 April 2019 / Renungan Harian

Tidak Ada Allah


media

TIDAK ADA ALLAH?
Mazmur 53

Orang bebal berkata di dalam hatinya: ”Tidak ada Allah!” Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. (Mzm. 53:2)

Seorang tukang cukur berkata kepada pelanggannya, ”Tuhan itu tidak ada! Kalau Dia ada, kenapa ada kejahatan, pembunuhan, orang miskin?” Pelanggannya terdiam. Ketika keluar dari ruang cukur, ia melihat seorang yang gondrong, janggutnya panjang. Ia membawa orang tersebut ke tukang cukur lalu berkata, ”Tidak ada tukang cukur di dunia ini! Sebab ada orang seperti Bapak ini yang rambutnya panjang!”

Dalam mazmur ini, Daud mengkritik pandangan orang bebal yang berkata, ”Tidak ada Allah!” Pandangan seperti itu membuat orang menjadi tidak peduli dengan moralitas, kebenaran, kebaikan (ay. 2). Ya, ketika seseorang menganggap Tuhan tidak ada, ia cenderung melakukan kejahatan. Padahal, “Allah memandang ke bawah, dari sorga” (ay. 3). Artinya, Tuhan memperhatikan, mengawasi dan menghendaki manusia hidup baik dan benar seturut kehendak-Nya.

Dalam hidup ini, kita bisa menjadi kecewa, marah dan frustrasi ketika melihat kejahatan dan ketidakberesan. Jika tidak ada perubahan, keadaan itu bisa membuat kita tidak lagi memercayai keberadaan-Nya; lalu mempertanyakan, ”Kalau Tuhan ada, kenapa Dia tidak berbuat apa-apa?” Belajar dari firman Tuhan hari ini, adanya penderitaan, kejahatan, kemiskinan, bukan berarti Tuhan tidak ada. Kondisi yang gelap atau tidak ideal itu, justru merupakan kesempatan dari Tuhan. Ia percaya dalam situasi itu, kita bisa menghadirkan terang dan kuasa-Nya.

DOA:

Tuhan, tolonglah kami agar bisa memancarkan terang-Mu di tengah kegelapan dunia ini. Amin

Mzm. 53; Im. 23:26-41; Why. 19:1-8

Latest ARTICLE