(Yes.7:4)

">


01 October 2016 / Renungan Harian

Tetaplah Tenang


media

Tetaplah Tenang

Yesaya 7:1-9

"...Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut..." (Yes.7:4)

Siapa yang bisa tenang jika berhadapan dengan bahaya? Banyak orang pasti menjadi takut, gentar, kecut, dan panik. Sikap itu lumrah dan manusiawi. Namun, ingat, ketakutan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami "kebekuan" atau "kelumpuhan". Misalnya, ketika kita berada di tengah amukan massa, alih-alih melarikan diri, kaki kita malah menjadi lumpuh tak berdaya dan kita menjadi "beku".

Yesaya 7:1-9 bercerita mengenai ketakutan Raja Ahas terhadap ancaman raja Aram dan raja Israel. Kita juga dapat merasakan bagaimana perasaan takut yang dialami raja Ahas dan rakyatnya. Dua kubu kerajaan dengan kekuatan besar bersatu untuk menyerang mereka. Perasaan takut yang luar biasa membuat seisi kerajaan Yehuda tidak tenang dan gemetar. Koalisi kerajaan Aram dan kerajaan Israel itu begitu kuat dan menakutkan. Namun, Tuhan tidak ingin Yehuda binasa. Yesaya memberitahu Raja Ahas, katanya: "Tidak akan sampai hal itu terjadi..."(ay.7). Tuhan ingin Ahas tetap percaya dan tenang.

Banyak hal bisa membuat hati kita tidak tenang. Sakit yang belum sembuh, pekerjaan yang sedang bermasalah, keluarga yang sedang mengalami pergumulan, dan sebagainya. Namun, tetaplah tenang dan percaya! Jangan biarkan rasa takut melumpuhkan keyakinan kita akan kekuatan dan kekuasaan Tuhan!

 


Doa:

Tuhan, kami bersyukur atas perlindungan-Mu
sehingga kami tidak dilumpuhkan oleh perasaan takut kami. Amin.

 

Mzm.37:1-9; Yes.7:1-9; Mat.20:29-34

Latest ARTICLE