Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat tahta iblis..." (Why. 2:13)
">
Wahyu 2:12-17
"Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat tahta iblis..." (Why. 2:13)
Pergamus disebut sebagai kota di mana Iblis bertahta (ay. 13). Di sanalah Dewa Zeus atau Jupiter dipuja-puji. Dapat kita bayangkan betapa hebatnya guncangan dan tekanan jemaat Tuhan di pusat pusaran penyembahan berhala itu. Hebatnya, jemaat itu tetap berpegang teguh kepada nama Tuhan.
Namun sayang, ternyata tidak semua anggota jemaat Pergamus berpegang pada iman mereka. "Di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam ...juga ada orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus" (ay. 14,15). Ada apa dengan kelompok itu? Ajaran Bileam mengingatkan kita kepada Bileam yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel. Tampaknya ajaaran Bileam dan Nikolaus itu merupakan ajakan untuk berkompromi dengan dunia dan permisif terhadap kebobrokan moral. "Gereja harus menyesuaikan diri dengan dunia!" kata mereka.
Wahyu kepada jemaat Pergamus mengajarkan tentang kesetiaan mutlak kepada Tuhan meski hidup di tengah pusaran pemujaan berhala. Kini, berhala di masyarakat kita bukan lagi Zeus atau Jupiter. Namun, masih ada banyak berhala lainnya, misalnya, materi, uang, atau ajaran yang menyimpang dari kebenaran Injil. Terhadap semua itu Tuhan menghendaki kita untuk tidak kompromi. Tuhan menghendaki kita tetap setia kepada-Nya.
Refleksi:
Iman yang teguh akan teruji jika Tuhan menempatkan kita dalam situasi sulit dan kita tetap setia kepada-Nya.
Mzm. 111; Ul. 12:28-32; Why. 2:12-17