Mazmur 119:161-168
Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. (Mzm. 119:165)
Suatu kali kami melakukan perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Brebes. Saya memberi kesempatan kepada anak saya untuk mengemudi karna saya sudah terlalu lelah dan mengantuk. Pada saat saya tertidur, rupanya anak saya tidak setia pada petunjuk arah yang ada. Akibatnya, kami tersesat.
Pada masa kini, banyak orang ingin mencoba sesuatu yang baru untuk dijadikan pedoman hidup. Mereka mengabaikan Firman Allah sebagai pedoman dan arah hidup mereka. Tidak sedikit dari mereka memandang Alkitab hanya sebagai tulisan sejarah. Padahal, firman Allah adalah kompas yang memandu manusia agar tetap setia di jalur yang ditetapkan-Nya. Firman Allah adalah tetap dan tak pernah berubah. Peraturan dan ketetapan Allah membawa pada keselamatan. Ketetapan Allah jugalah yang membawa manusia menuju kepada kehidupan yang penuh damai sejahtera. Tentu saja, kita harus sepenuh hati taat pada firman-Nya.
Sebaliknya, mengabaikan perintah Allah akan menuai kehancuran pada kita pribadi dan kekacauan pada masyarakat. Mematuhi firman-Nya akan membuahkan hasil yang menyenangkan: "Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka." Berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan Allah akan membawa kita pada ketenangan dan ketenteraman sejati.
Refleksi:
Firman Allah adalah kompas yang memandu kita agar tetap setia di jalan yang ditetapkan-Nya.
Mzm. 119:161-168; Yer. 18:1-11; Mat. 11:20-24