(Yes.51:1)
">
Yesaya 51:1-16
"Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN!" (Yes.51:1)
Sorot mata ibu itu memancarkan keletihan menanggung berat kehidupan. Belum lama suaminya meninggal karena kompikasi penyakit yang dideritanya. Selang beberapa bulan, cucu yang dikasihinya juga meninggal akibat leukimia. Beberapa minggu berikutnya ketika duka masih menggelayut berat, rumahnya dirampok, ludes semua uang yang ada, padahal ia sedang beribadah di gereja. Ia hanya bisa tertunduk dan bertanya mengapa semua itu menimpanya.
Bisa saja keadaan seperti itu menghampiri kita juga sehingga kita bertanya, "Di manakah Tuhan? Apakah Dia melihat dan mengerti deritaku?" Barangkali pertanyaan seperti itu juga yang ada dalam benak sisa-sisa Israel di pembuangan Babel. Tuhan ternyata tidak diam. Ia menjawab keluh kesah orang-orang benar yang setia, "Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN!... Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian... tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya..." (Yes.51:1,6).
Orang bisa menganggap kita bodoh ketika kita tetap setia kepada Tuhan dalam situasi menderita padahal kita bisa melarikan diri atau ikut arus. Namun, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju kepada kita. Ia mengingat dan memberikan kelepasan kepada orang yang sungguh-sungguh berharap kepada-Nya.
Refleksi:
Jangan menukarkan apa yang kudus dan kekal dengan yang fana karena kemuliaannya jauh melebihi derita saat ini.
Mzm.89:6-38; Yes.51:1-16; Mat.12:15-21