21 July 2017 / Renungan Harian

Tetap Memiliki Pengharapan


media

Tetap Memiliki Pengharapan

Ibrani 6:13-20

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir... (Ibr. 6:19)

Sepasang suami istri yang telah menikah 15 tahun hampir saja kehilangan harapan akan hadirnya anak di tengah keluarga mereka. Setiap kali berjumpa dengan orang lain, mereka selalu mengatakan tidak akan punya anak. Namun, tanpa diduga kakak perempuannya melahirkan lagi, padahal ia sudah mempunyai empat orang anak. Dengan rela, si kakak menyerahkan anak kelima itu kepada adiknya. Awalnya memang terjadi pergumulan. Namun, karena memang masih berharap mempunyai anak, maka bayi itu diterima sepenuhnya untuk diasuh seperti anak kandung sendiri.

Penulis Surat Ibrani jelas memberikan peneguhan agar kita tidak kehilangan pengharapan. Pengharapan kepada Kristus menghantarkan kita pada sukacita besar. Pengharapan akan membuat jiwa dan hidup kita tenteram. Ibarat perahu yang memiliki sauh atau jangkar, perahu itu akan tetap tenang sekalipun angin badai menerpanya. Hanya mereka yang masih memiliki pengharapan yang akan tetap tegak berdiri sekalipun harus melewati badai kehidupan yang sulit.

Sering kali, kita merasa sudah tidak ada lagi harapan ketika ada yang kurang lengkap dalam kehidupan, misalnya, ketika tidak ada anak dalam keluarga atau ketika tiba-tiba ditinggalkan oleh orang yang paling diperlukan dan disayangi dalam hidup kita. Namun, yakinlah bahwa pengharapan kepada Kristus akan membawa kita pada sukacita besar.

 


Refleksi:

Pengharapan adalah sauh yang membuat kita tenang sekalipun di tengah gelombang kehidupan yang dahsyat.

 

Mzm. 86:11-17; Yes. 44:9-17; Ibr. 6:13-20

Latest ARTICLE