TERUS BERBUAT BAIK
Galatia 6:7-10
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Gal. 6:9)
Seorang bijak masuk ke sebuah kota. Ia mengajarkan hikmat dan selalu mengucapkan berkat (kata-kata baik) kepada orang yang ia jumpai. Namun, tak seorang pun yang menanggapi ajarannya atau berkat-berkatnya. Setelah beberapa waktu, ia menjadi objek olok-olok dan komentar sinis penduduk. Suatu hari, ketika ia sedang berjalan di jalan utama kota, sekelompok orang menghinanya. Tetapi orang bijak itu tetap mengucapkan berkat. Salah seorang pengejeknya berkata, “Apakah kau tuli, kami mengataimu, menghinamu, tetapi kau malah membalas dengan kata-kata baik!” Orang bijak itu merespons, “Kita semua hanya bisa menawarkan dan membagikan apa yang memang ada pada diri kita.”
Berkaitan dengan kemerdekaan Kristen yang dijalani dalam pimpinan Roh, Rasul Paulus mengingatkan jemaat untuk terus berbuat baik. Ia berkata, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (ay. 9). Paulus menekankan agar Jemaat hidup dipimpin oleh Roh —jangan oleh daging— untuk mewujudkan kebersamaan di tengah jemaat.
Sebagai pengikut Kristus, kita tidak bisa berbuat lain, selain kebaikan. Memang, ada orang yang berhenti berbuat baik, karena merasa percuma berbuat baik; orang tidak membalas kebaikannya atau ia tidak menuai kebaikan seperti yang ia tabur. Saudara, tetaplah berbuat baik. Jika kita memiliki kebaikan, maka bukankah itu yang harusnya kita tawarkan dan bagikan?
DOA:
Allah Bapa yang penuh kasih karunia, ajarkanlah kami melakukan kebaikan. Amin.
Mzm. 104:24-34, 35b; Yes. 44:1-4; Gal. 6:7-10