23 April 2019 / Renungan Harian

TELADAN YAEL


media

TELADAN YAEL
Hakim-Hakim 4:17-23; 5:24-31a

Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain …. (Hak. 5:24)

“Kejahatan berkuasa bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena orang baik sedikit yang bertindak melawan kejahatan.” Ungkapan bijak tersebut menolong kita untuk menyadari, jika orang baik tidak berjuang melawan kejahatan, maka kejahatan yang akan menang dan berkuasa.

Yael tidak mau seperti itu, meskipun karena ia perempuan, ia dianggap rendah oleh masyarakat. Bahkan, budaya saat itu menganggap perempuan tidak ada. Menariknya, Yael, seorang perempuan yang dianggap tidak ada, berani melawan kejahatan di dalam diri Sisera, Panglima tentara raja Kanaan yang menindas orang Israel dengan sangat keras. Sisera dengan kekuatannya yang besar seakan-akan tidak bisa dilawan dan dikalahkan. Tenyata itu salah. Dalam peperangan melawan Barak, pasukan Sisera kalah. Sisera melarikan diri dan menumpang di kemah Yael. Ketika ia tertidur, Yael membunuhnya. Sisera pun tewas di tangan Yael.

Saat ini, kita tidak sedang berperang secara fisik. Tetapi kita berperang dengan si jahat, yang hadir melalui kejahatan, ketidakbenaran, korupsi dan lainya yang membuat hidup kita susah. Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk meneladani Yael yang berani melawan Sisera, panglima perang yang kejam dan perkasa. Kita tidak boleh merasa kecil dan tidak berdaya dalam melawan kejahatan di sekitar kita. Walaupun kecil, jika kita bersama-sama Tuhan melawan kejahatan, kejahatan pasti akan kita kalahkan.

DOA:

Ya Tuhan, beri kami kemampuan untuk berani melawan kejahatan. Amin.

Mzm. 118:1-2, 14-24; Hak. 4:17-23; 5:24-31a; Why. 12:1-12

Latest ARTICLE