30 December 2016 / Renungan Harian

Tawar Hati


media

Tawar Hati

2 Korintus 4:16-18

Sebab itu kami tidak tawar hati... manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. (2Kor.4:16)

Apakah Anda pernah kecewa ketika orang tidak terlalu mengindahkan pelayanan Anda? Apa yang telah kita kerjakan dengan susah payah ternyata tidak dianggap sama sekali. Kalau  sudah begitu, apa yang akan kita lakukan?

Pada kenyataannya, apa yang kita alami mungkin tidak sehebat apa yang dialami Paulus. Namun, dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus mengatakan, "Kami diserang dari segala pihak, namun kami tidak terjepit. Kami kebingungan, tetapi tidak sampai putus asa. Banyak yang memusuhi kami, tetapi tidak pernah kami tinggal seorang diri. Dan meskipun seringkali kami dipukul sampai jatuh, namun kami tidak mati. Selalu kami merasakan kematian Yesus pada tubuh kami, supaya kehidupan-Nya pun menjadi nyata pada tubuh kami" (ay.8-10).

Sebagaimana yang dikatakannya sendiri, Paulus bingung. Namun, ia tidak pernah putus asa. Paulus dimusuhi dari berbagai penjuru, tetapi ia merasa tidak terjepit. Dari suratnya itu, kita mendapat kesan bahwa Paulus dalam keadaan baik-baik saja.

Mengapa bisa begitu? Kuncinya adalah Paulus merasa bahwa penderitaan yang menimpa dirinya akan memperbarui hidup batiniahnya. Paulus percaya bahwa ada kebahagiaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kesusahannya. Inilah iman yang melihat kekekalan esok lebih mulia ketimbang kesulitannya sekarang.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami untuk tidak tawar hati. Amin.

 

Mzm.20; Yes.26:1-9; 2Kor.4:16-18

Latest ARTICLE