Yudas 1:5-21
Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. (Yud.1:21)
Seorang pemuda mendapat warisan senilai 1 triliun. Karena terlalu gembira, ia begadang dan akhirnya bangun kesiangan. Ia ingin mandi dan pergi ke kantor. Sewaktu keran air untuk mandi diputar, ternyata tidak ada air yang menetes. Ketika ia mencari koran di beranda rumahnya, ternyata koran hari itu tidak diantarkan. Saat ia hendak pergi ke kantor naik taksi, jalanan sangat sepi. Tidak ada satu pun mobil yang lewat. Ada seseorang tergesa-gesa berjalan ke arah kota, pemuda tersebut menghentikannya lalu bertanya mengapa hari itu begitu sepi. Orang itu menjawab, "Tidakkah kamu tahu? Semua orang mendapat warisan 1 triliun. Karena itu, tidak ada orang yang bekerja! Semua ingin berfoya-foya!"
Kemurahan yang sangat banyak diterima ternyata dapat membuai orang sehingga meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan dan kemudian hidup tanpa kendali. Peringatan yang sama dapat kita temukan dalam surat Yudas. Kemurahan Tuhan disalahgunakan untuk hidup tanpa kendali di dalam dosa (ay. 4, 8, 12, 15). Karena itu, umat Tuhan diajak untuk waspada dan diingatkan bahwa kemurahan Tuhan harus ditanggapi dengan hidup yang penuh tanggung jawab sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 20-21.
Bagaimanakah Anda menanggapi kemurahan Allah? Apakah dengan hidup tanpa kendali ataukah dengan hidup penuh tanggung jawab sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan?
Refleksi:
Jangan sia-siakan kemurahan Allah dengan cara hidup yang bertentangan dengan kehendak-Nya.
Mzm.50; Za.7:1-14; Yud.1:5-21