16 September 2016 / Renungan Harian

Tak Terpisahkan


media

Tak Terpisahkan

Roma 8:31-39

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Rm.8:35)

Empat puluh hari kakek saya terbaring di rumah sakit sebelum Tuhan memanggilnya. Di tengah rintih kesakitan, Kakek berkata, "Jangan pisahkan saya dari Tuhan Yesus." Kalimat itu terus diucapkannya selama hari-hari terakhir hidupnya. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk menemani kakek waktu itu. Saya meyakinkannya bahwa tidak ada yang dapat memisahkan dirinya dari kasih Kristus.

Paulus yakin bahwa tidak ada yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus. Penderitaan, kesusahan, penganiayaan, penindasan, bahkan kematian tidak akan memisahkan orang percaya dari kasih Kristus. Hal ini mengandung dua makna penting. Pertama, Kristus adalah Allah yang setia. Ia hadir dan menyertai orang percaya dalam suka maupun dalam duka. Kasih-Nya tidak pernah berkesudahan. Kedua, panggilan agar orang percaya tetap setia kepada Tuhan dalam segala keadaan. Bagi orang percaya, penderitaan dan tantangan hidup seharusnya tidak melemahkan iman, melainkan sebaliknya, makin meneguhkan iman dan pengharapannya kepada Tuhan.

Selama seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, ia tidak terpisahkan dari kasih Kristus. Kuncinya adalah iman percaya. Itulah teladan yang kita lihat dalam diri Paulus dan para martir sehingga penderitaan, penganiayaan dan kematian pun tidak memisahkan mereka dari kasih Kristus.

 


Refleksi:

Tidak ada yang dapat menghalangi Allah untuk mengasihi kita.

 

Mzm.113; Yeh.22:17-31; Rm.8:31-39

Latest ARTICLE