...tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan". (Ibr. 1:12)
">
Ibrani 1:8-12
"...tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan". (Ibr. 1:12)
Di beberapa gereja, daftar bacaan Alkitabnya disesuaikan dengan tahun liturgi, yaitu tahun A, B, dan C. Itulah tahun liturgi yang terus berulang atau berputar dalam siklus 3 tahunan. Sesudah tahun C, kembali ke tahun A, dan seterusnya. Dalam waktu 3 tahun itu, umat diharapkan sudah dapat membaca bagian Alkitab yang penting dari Kejadian sampai dengan Wahyu. Tahun liturgi itu menjadi acuan penting dalam perayaan iman kepada Kristus yang lahir ke dunia dan tinggal bersama-sama dengan kita berkat Roh Kudus.
Bacaan hari Minggu pada tahun liturgi A adalah Injil Matius, pada tahun B adalah Injil Markus, dan tahun C adalah Injil Lukas. Ketiga Injil Sinoptik itu mengisahkan figur yang sama, yaitu Tuhan Yesus yang tetap sama sekalipun dalam konteks yang berbeda, sebagaimana menjadi kesaksian Kitab Ibrani. Injil Yohanes menempati posisi khusus. Di sepanjang tahun, Injil Yohanes selalu mendapat tempat pembacaan, terutama dalam masa-masa khusus, seperti Adven-Natal dan Prapaskah-Paskah. Eksistensi Injil Yohanes yang selalu dibaca setiap tahun liturgi mengungkapkan tentang tahun Tuhan yang tidak berkesudahan.
Jika dalam bacaan kita hari ini mengungkapkan kemahakuasaan Allah dan kekekalan-Nya dalam tahun-tahun yang tak berkesudahan, maka tahun liturgi menolong kita untuk mencicipi kekekalan itu dalam kefanaan kita.
DOA:
Tuhan, ajar kami untuk lebih menghayati iman kami di dalam pembacaan Kitab Suci kami secara teratur. Amin.
Mzm. 105:1-11, 37-45; Kej. 21:1-7; Ibr. 1:8-12