Matius 3:1-12
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (Mat.3:4)
Namanya Yohanes. Artinya, Yahweh Pengasih. Banyak orang memanggilnya Yohanes Pembaptis karena pekerjaannya membaptis orang. Bagi orang-orang sezamannya, ia memang agak nyentrik. Di tengah masyarakat yang mengenakan jubah kain, Yohanes mengenakan jubah bulu unta dan berikatpinggangkan kulit. Belum lagi makanannya: belalang dan madu hutan. Tinggalnya pun di gurun. Sandang, pangan, papan yang ada pada dirinya memang aneh, unik, dan tak mudah ditiru orang. Siapa pula yang berminat menjadikan belalang dan madu hutan sebagai menu utama? Tinggal di gurun lagi!
Bagaimanapun, Yohanes Pembaptis memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Buktinya, ia berani menegur orang tanpa tedeng aling-aling. Dengan lugas, ia menyerukan bagaimana seharusnya manusia di hadapan Yahweh pengasih. Dengan keras, ia mengumandangkan pertobatan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Agaknya, ia tidak begitu memedulikan bagaimana tanggapan orang terhadap dirinya. Yang penting baginya ialah terus bersuara. Bahkan ia menyebut dirinya sendiri "Suara orang yang berseru-seru di padang gurun." Jadi, ya harus bersuara, demi sebuah pembaharuan total!
Hal lainnya, ia konsisten. Tak hanya volume suara yang tidak berubah, ia menerapkan suaranya itu dalam dirinya sendiri. Suaranya konsisten dengan perilakunya. Tak heran, meski banyak orang membencinya, tak sedikit juga yang mengaguminya meski dalam hati.
Doa:
Tuhan,mampukan kami agar satu kata dan perbuatan. Amin.
Yes.11:1-10; Mzm.72:1-7, 18-19; Rm.15:4-13; Mat.3:1-12