Kejadian 37:2-11
Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya… (Kej.37:11)
“Sirik tanda tak mampu.” Ungkapan itu hendak mengingatkan betapa pentingnya menjadi diri sendiri dan tidak perlu merasa iri melihat keberadaan orang lain. Rasa iri yang tidak dikelola dengan baik memang bisa berakibat fatal. Kisah pembunuhan pertama dalam Alkitab dipicu oleh rasa iri Kain kepada Habel, adiknya.
Rasa iri juga menjangkiti saudara-saudara Yusuf karena ayah mereka ternyata lebih mengasihi Yusuf. Mengapa Yakub lebih mengasihi Yusuf ketimbang saudara-saudaranya? Mungkin karena Yusuf dianggap lebih baik ketimbang saudara-saudaranya. Yusuf juga melaporkan kejahatan anak-anak Bilha dan Zilpa kepada ayahnya (ay.2). Mungkin hal itu yang membuat mereka membenci Yusuf. Kita tidak tahu apakah Yusuf sudah berusaha menegur sebelum melaporkannya. Bisa jadi, mereka menganggap Yusuf sebagai pengadu.
Kebencian makin kuat kala Yakub memberi Yusuf jubah yang sangat indah. Tindakan itu membuat saudara-saudara Yusuf makin iri. Mereka nggak suka melihat Yusuf senang, terlebih saat Yusuf menceritakan mimpinya. Mereka tidak melihat cerita Yusuf itu sebagai sharing visi seorang pemimpin masa depan. Bisa jadi, mereka sendiri memang tidak mempunyai cita-cita menjadi pemimpin sehingga mereka melihat mimpi Yusuf sebagai penghinaan bagi mereka dan orang tua mereka. Kebencian pun makin menjadi. Benarlah ungkapan tadi: “sirik tanda tak mampu”
Doa:
Tuhan, padamkanlah rasa iri di hati kami. Amin.
1Sam.2:1-10; Kej.37:2-11; Mat.1:1-17