" (Why.2:10)

">


29 September 2016 / Renungan Harian

Setia Sampai Mati


media

Setia Sampai Mati

Wahyu 2:8-11

"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." (Why.2:10)

"Hendaklah engkau setia sampai mati!" Aduh ngeri amat, kenapa harus bawa-bawa mati segala? Haruskah kesetiaan itu dibuktikan dengan kematian? bisa nggak diganti yang lain?

Konteks yang dihadapi jemaat-jemaat di Asia Kecil pada waktu itu memang ekstrem, berbeda dengan situasi dan kondisi kita saat ini. Penganiayaan dan pembunuhan orang Kristen terjadi di mana-mana. Orang percaya benar-benar diperhadapkan dengan pilihan yang sulit. Hidup dengan menyangkal Tuhan atau mati dalam kesetiaan kepada Tuhan. Namun, dalam semua penderitaan itu, Tuhan tidak meninggalkan umat milik-Nya. Melalui wahyu yang dinyatakan kepada Yohanes, hamba-Nya, Tuhan meneguhkan umat-Nya. Tuhan menyatakan kepada jemaat di Smirna: "Aku tahu kesusahanmu..." Tuhan tidak menutup mata terhadap kesusahan umat-Nya itu juga berarti Tuhan tahu apa yang harus dilakukan-Nya. "Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!" Tuhan mengizinkan penderitaan-penderitaan yang tak terhindarkan dalam hidup umat-Nya untuk melatih kesetiaan mereka. Tuhan menjanjikan mahkota kehidupan bagi mereka yang setia. Itu berarti setiap pencobaan dan penderitaan tidak akan membinasakan, melainkan menghidupkan.

Tantangan-tantangan yang kita hadapi belum seberapa dibandingkan pergumulan jemaat di Smirna. Seharusnya kita bisa lebih tegar dan tahan uji. Setialah sampai mati!

 


Refleksi:

Jangan takut terhadap apa yang harus kita derita.

 

Mzm.37:1-9; 2Raj.18:1-8, 28-36; Why.2:8-11

Latest ARTICLE