Mazmur 119:65-72
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu. (Mzm. 119:66)
“Tong kosong nyaring bunyinya.” Itulah peribahasa yang menggambarkan orang yang tidak memiliki banyak ilmu atau pengetahuan, tetapi banyak omongannya. Dengan perkataan lain, orang itu sok tahu atau sok pintar. Pada dasarnya sok tahu atau sok pintar merupakan sikap yang lebih menutup diri, daripada membuka diri terhadap pengajaran ilmu dan pengetahuan baru. Orang yang sok tahu atau sok pintar merasa diri tahu apa pun juga, sehingga biasanya banyak berkata-kata daripada banyak mendengarkan. Dalam percakapan, ia sering berkata, “Oh, aku tahu hal itu.” Padahal ia tahu hanya sedikit. Akibatnya, ilmu dan pengetahuannya tidak bertambah alias itu-itu saja.
Penulis Mazmur 119 jelas bukanlah orang yang sok tahu dan sok pintar. Ia bukan “tong kosong yang nyaring bunyinya.” Daripada menutup diri, ia rupanya memilih untuk membuka diri bagi segala pengajaran yang baru. Sikapnya terhadap firman TUHAN sungguh terbuka. Ia mau setia belajar firman TUHAN, bukan saja dengan mendengarkan, tetapi juga dengan mempraktikkannya. Ia menyatakan firman TUHAN sebagai kesukaan dirinya, yang bernilai sangat baik bagi hidupnya “lebih dari pada ribuan keping emas dan perak” (ay. 72).
Kita seharusnya menjadikan diri kita sebagai tong terbuka yang perlu diisi terus oleh pengajaran bijaksana dan baik dari firman TUHAN. Kita membuka diri dan setia belajar firman TUHAN dengan rendah hati. Hanya dengan itu, kita terhindar dari kekerdilan diri.
REFLEKSI: Kerendahan hati merupakan sikap yang tepat dan baik untuk mengembangkan diri sesuai dengan firman TUHAN
Mzm. 119:65-72; Yes. 2:12-17; Tit. 1:1-9