26 July 2019 / Renungan Harian

SERIBU ALASAN BERSYUKUR


media

SERIBU ALASAN BERSYUKUR
Mazmur 138

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. (Mzm. 138:1)

“Orang yang berhenti bersyukur telah tertidur dalam kehidupan,” mengandung arti orang yang melakukannya sedang tidak sadarkan diri. Sebab, seandainya ia sadar, ia tidak akan berhenti bersyukur karena hari-hari hidupnya dipenuhi dengan kasih dan kebaikan Tuhan. Tidak ada hidup yang tanpa karunia Tuhan.

Dalam bacaan hari ini, rasa syukur dimadahkan pemazmur karena berbagai alasan. Pertama, karena kasih setia Tuhan tidak pernah berubah, sesuai dengan nama dan pribadi-Nya (ay. 2). Kedua, sebab Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa pemazmur serta memberikan kekuatan bagi jiwanya (ay. 3). Ketiga, sebab Tuhan itu peduli dan adil. Orang kecil dikasihi-Nya, orang sombong hanya dilihat dari jauh (ay. 6). Karena semua alasan itu, pemazmur bersyukur. Menariknya lagi, karena ia begitu yakin dengan janji Tuhan, maka meski masalahnya belum tuntas (ay. 8a) pemazmur tetap bersyukur. Ia memperlihatkan itu dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang lain bisa melihat dan merasakan kesaksian imannya.

Seandainya “kita tidak tertidur,” maka kita akan menemukan seribu alasan untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan. Artinya, ada banyak sekali alasan mengapa kita harus bersyukur dan memuliakan Tuhan. Karena itu, bagi kita yang mungkin sering bersungut dalam “tidur” kita di dunia ini, berdoalah seperti Shakespeare, “Oh Tuhan! yang meminjamkan kehidupan kepadaku, pinjamkanlah aku hati yang penuh dengan ucapan syukur. Amin.”

REFLEKSI:

Ucapan syukur adalah kemenangan hati atas ketakutan yang memberi kekuatan bagi jiwa yang rapuh.

Mzm. 138; Est. 3:7-15; Kis. 2:22-36

Latest ARTICLE