Yesaya 7:10-16
“Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yes.7:14)
Yerusalem di ambang kehancuran. Ahaz tak mampu lagi menegakkan panji Kerajaan Yehuda. Dalam ketakutan akan ancaman serangan Aram, Ahaz dipersilahkan Tuhan untuk meminta pertanda dari-Nya. Namun, Ahaz menolak dengan alasan yang tampaknya begitu saleh: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." (ay.12).
Tuhan murka. Tuhan tahu bahwa Ahaz mengatakan demikian bukan karena ia takut kualat, melainkan karena ia tidak memiliki pengharapan lagi. Ancaman Aram yang begitu besar itu telah membuat Ahaz tak lagi percaya kepada Tuhan. Namun, dalam marah-Nya, kasih Tuhan tak berkesudahan. Ia sendiri yang memberikan pertanda: “Seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (ay.14).Tanda keselamatan Israel adalah seorang anak.
Mengapa tandanya seorang anak? Anak adalah harapan. Seorang anak menunjukkan bahwa dunia ini akan terus berputar. Generasi tua akan berlalu dan pucuk-pucuk muda siap menggantikannya. Anak juga melambangkan pembaruan total. Apalagi, Anak itu bukan sembarang anak. Nama-Nya: Imanuel, Allah beserta kita, manusia.
Zaman Ahaz yang penuh ketakutan akan berlalu tatkala Sang Anak lahir. Tak heran jika semua berita yang dibawa para malaikat mengenai Anak itu baik kepada Zakharia, Maria, Yusuf, dan Gembala, diawali ucapan: “Jangan takut!”
Doa:
Tuhan, kami serahkan segala ketakutan kami kepada-Mu. Amin.
Yes.7:10-16; Mzm.80:2-8, 18-20; Rm.1:1-7; Mat.1:18-25