27 September 2016 / Renungan Harian

Sekali Lagi untuk Orang Kaya


media

Sekali Lagi untuk Orang Kaya

Yakobus 5:1-6

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (Yak.5:1)

Ini bukan tentang anda! Ini tentang orang kaya yang jahat. Orang kaya yang hanya mengandalkan kekayaannya. Orang kaya yang mengumpulkan harta duniawi saja. Orang kaya yang berlaku sewenang-wenang dan menindas orang miskin. Orang kaya yang sukanya berfoya-foya dan boros.

Dengan keras Yakobus mengingatkan orang-orang kaya di sekitarnya agar menyadari kesalahan mereka. Yakobus melihat banyak orang kaya menjalani hidup sesuka hati sendiri. Kekayaan dan kejayaan hidup membuat mereka terlena. Mereka lupa bahwa kekayaan dunia bersifat sementara. Parahnya lagi, mereka menindas dan memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang seolah-olah merekalah penguasa kehidupan. Yakobus tidak membenci orang kaya, ia justru merasa kasihan terhadap mereka. Karena itu, Yakobus menegur mereka agar mereka insaf dan tidak binasa.

Menjadi kaya bukan dosa. Kita boleh kaya, tetapi harus mawas diri. Kehidupan di dunia ini hanya sementara dan sekali saja. Karena itu, hidup harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Tidaklah bijaksana, bila hidup ini hanya digunakan untuk mengejar kekayaan. Apalagi setelah memperolehnya, kekayaan itu menjadikan kita lupa diri. Menjadi kaya juga bukan berarti mempunyai hak untuk memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang dan mengabaikan Tuhan dan sesama.

 


Refleksi:

Tidak mudah menjadi orang kaya yang baik hati dan bijaksana.

 

Mzm.62; Hos.10:9-15; Yak.5:1-6

Latest ARTICLE