Sebelum Segalanya Terlambat
Yeremia 36:27-32
“… Aku akan mendatangkan atas mereka … segenap malapetaka yang Kuancamkan kepada mereka, yang mereka tidak mau mendengarnya.” (Yer. 36:31)
Suaranya lirih, terbata-bata dan sesekali tersendat. Nada parau disertai mata berkaca-kaca membuat kesedihan dan penyesalannya tak lagi bisa ditutupi. Sebut saja namanya Pak Nurul. Sudah hampir seperempat abad ia menghuni sel itu. “Andai saja dulu saya mendengar peringatan istri saya, pasti saya tidak menghabiskan hidup saya di tempat ini.” Ia menerawang mengenang masa lalunya.
Berulang kali Yoyakim diperingatkan TUHAN agar ia dan bangsanya bertobat dan mengikuti rancangan TUHAN. TUHAN menghendaki agar ia menyerah kepada Nebukadnezar, raja Babel itu. Namun, ternyata kekuatan Mesir begitu memikat dirinya. Ia memilih bersekutu dengan Mesir. Kemarin, kita membaca Yoyakim bukan saja menolak rancangan TUHAN tetapi lebih jauh dari itu, ia melecehkan dan menghina TUHAN dengan membakar firman-Nya. Peringatan yang diberikan TUHAN sudah lebih dari cukup. Yoyakim sudah melewati batas. Kini, hukuman itu benar-benar hendak dinyatakan TUHAN, “Aku akan menghukum dia, keturunannya … segenap malapetaka yang Kuancamkan kepada mereka, yang mereka tidak mau mendengarnya” (Yer. 36:31).
Sebelum TUHAN menghukum, pasti Ia memberi peringatan. Peringatan itu bisa saja disampaikan melalui orang-orang yang berhubungan dengan kita. Ingatlah sebelum hukuman itu terjadi, gunakan kesempatan untuk kembali pada rancangan-Nya.
REFLEKSI:
Sebelum segalanya terlambat, berbenah diri adalah tindakan yang bijak.
Mzm. 119:89-96; Yer. 36:27-32; Luk. 4:38-44