“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi … Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
(Yoh. 13:34-35)
Konon, menurut legenda, suatu kali di masa tuanya, rasul Yohanes pernah diminta untuk menyampaikan khotbah dalam sebuah ibadah minggu di jemaat Efesus. Segenap umat yang hadir dalam ibadah saat itu khusuk ingin mendengarkan wejangan sang rasul. Dengan terbata-bata namun penuh wibawa, rasul Yohanes pun menyampaikan khotbahnya. Namun, umat dibuat kaget bukan kepalang, karena rasul Yohanes ternyata tidak berkhotbah panjang lebar. Ia hanya mengatakan kepada umat, “Hendaklah kalian saling mengasihi. Amin!”
Peristiwa semacam itu bisa jadi terasa aneh bagi orang-orang Kristen yang senang mendengarkan jutaan kata-kata indah dalam sebuah khotbah. Namun, tidak terasa aneh bagi orang-orang Kristen sejati yang lebih mengutamakan perbuatan konkret mewujudnyatakan ajaran Kristus, daripada kata-kata yang teruntai indah.
Itulah pula agaknya yang ingin ditegaskan oleh rasul Yohanes. Percuma kita mendengarkan khotbah panjang lebar tentang kasih, jika ternyata kita tidak melakukan kasih itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, orang-orang Kristen perlu selalu diingatkan untuk melakukan apa yang telah didengar, yaitu untuk mengasihi orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan, meskipun ada orang-orang yang mungkin menurut kita tidak layak untuk dikasihi, itu tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mengasihi.
REFLEKSI: Mengasihi orang-orang di sekitar kita tanpa membeda-bedakan adalah perintah agung dari Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya.
Kis. 11:1-18; Mzm. 148; Why. 21:1-6; Yoh. 13:31-35