05 April 2019 / Renungan Harian

SAKSI TUHAN


media

SAKSI TUHAN

Yesaya 43:8-15

“Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman Tuhan, “dan Akulah Allah.” (Yes. 43:12)

Selesai melayani di Surabaya, seorang Pendeta diajak makan bebek goreng di daerah Bangkalan, Madura. Karena jaraknya jauh, Pendeta itu menolak, sebab ia takut ketinggalan pesawat. Namun anggota jemaat yang mengajaknya makan, membujuk Pendeta itu untuk tetap makan. Karena Pendeta tetap menolak, ia kemudian berkata, ”Kalau sampai ketinggalan pesawat, saya akan gantikan tiketnya. Ayo Pak, bebek gorengnya enak sekali. Bapak harus merasakannya mumpung di sini.”

Perikop hari ini mengingatkan orang Israel akan status mereka sebagai saksi Allah. Menurut Tuhan, penderitaan yang mereka alami karena pembuangan di Babel adalah kesempatan untuk mereka menyaksikan kuasa Tuhan. Melalui itu mereka akan melihat kuasa Tuhan yang akan membuka palang-palang pintu penjara (ay. 14). Di tengah-tengah derita, Tuhan menyadarkan mereka bahwa mereka adalah saksisaksi-Nya (ay. 10 dan 12).

Kita juga diminta untuk menyadari status kita sebagai saksi-saksi-Nya. Tidak salah kalau orang Kristen antusias menceritakan nikmatnya makanan atau bagusnya tempat wisata. Jika menceritakan tentang bebek goreng saja seseorang antusias, mestinya orang Kristen lebih antusias lagi menyaksikan siapa Allah di dalam Yesus Kristus kepada sesama. Saat hidup kita baik, saksikan bahwa Tuhanlah yang memungkinkan kita baik. Saat hidup kita sulit, yakinlah kita akan menyaksikan pertolongan-Nya.

DOA:

Ya Tuhan, mampukan dan layakkan kami menjadi saksi kasih dan kuasa-Mu. Amin.

Mzm. 126; Yes. 43:8-15; Flp. 2:25—3:1

Latest ARTICLE