. (Yer. 36:4)
">
Sahabat Yang Baik
Yeremia 36:1-10
"… lalu Barukh menuliskan dalam kitab gulungan itu langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang telah difirmankan TUHAN kepada-Nya". (Yer. 36:4)
Apa perbedaan teman dan sahabat? Jawabnya, kualitas hubungan di antara keduanya. Kepada sahabat, kita dapat menceritakan apa pun. Tidak ada rahasia! Dengan sahabat, kita tidak perlu khawatir atau curiga kalau-kalau dia memutarbalikkan cerita dan kemudian mencelakakan kita. Terhadap sahabat, kita akan all out membantunya.
Yeremia adalah sahabat Allah. Tidak ada lagi rahasia antara Allah dengan Yeremia. Meskipun menyakitkan, Allah memberitahukan rancangan-Nya. Malapetaka! Tentu ancaman ini bukan main-main. Allah berterus terang bahwa rancangan malapetaka itu dimaksudkan agar umat itu bertobat dari tingkah laku mereka yang jahat. Peringatan itu disampaikan Allah dalam kerangka kasih sayang-Nya. Pertobatan, itulah yang dikehendaki-Nya. Dengan bertobat, Allah akan mengampuni kesalahan mereka.
Seperti Allah bersahabat dengan Yeremia, Yeremia pun punya sahabat, yakni Barukh bin Neria. Barukh biasa menuliskan firman TUHAN yang datang kepada Yeremia. Kini, ketika Yeremia berhalangan hadir di rumah TUHAN, Barukh dimintanya menyampaikan pesan TUHAN. Tentu bukan tugas yang mudah, karena pesan itu adalah berita malapetaka.
Kita bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain tidak hanya ketika menyampaikan hal-hal yang manis saja, melainkan juga kabar dan teguran keras agar sahabat kita tidak mendapat kesulitan di kemudian hari.
REFLEKSI:
Menjadi sahabat yang baik bukan dengan kata-kata manis saja. Teguran, meski tidak enak dapat menjadi cara kita mengasihi!
Mzm. 119:89-96; Yer. 36:1-10; 1Kor. 14:1-12