RUKUN ITU INDAH
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
(Mzm. 133:1)
Salah satu reality show di TV kabel yang sangat populer adalah MasterChef. MasterChef adalah reality show tentang kontes masak-memasak. Ada dua seri MasterChef yang terkenal, yakni MasterChef USA dan MasterChef Australia. Namun, kedua seri ini membawa aura yang sangat berbeda.
Dalam seri MasterChef USA para peserta tampak sengit bersaing satu sama lain. Tidak jarang mereka saling mengejek dan saling merendahkan, bahkan dengan kata-kata yang berimplikasi rasis. Para juri pun tidak kalah buruk sikapnya. Kritik disampaikan dengan kata-kata yang menyakitkan dan menjatuhkan, bukan dengan cara yang membangun. Sebaliknya, dalam seri MasterChef Australia, sikap para peserta lebih baik, penuh canda tawa. Para peserta menunjukkan sikap saling menghormati dan ingin belajar dari konstestan yang lain. Para juri pun menyampaikan kritik mereka dengan cara yang membangun, tidak menjatuhkan. Sering kali mereka bahkan menyampaikan kritik dengan candaan.
Sikap seperti itu pulalah yang seharusnya kita miliki dan wujudkan. Hidup rukun satu dengan yang lain, bukan hidup dalam perselisihan. Selama tidak ada bukti konkret di antara orang-orang Kristen tentang kasih persaudaraan yang diperintahkan Kristus, maka selama itu pula dunia tidak akan bisa memercayai ajaran Kristus. Ajaran Kristus hanya bisa menjadi berwibawa jika dipraktikkan secara konkret.
REFLEKSI:
Lebih mudah menyingkirkan dan bertengkar dengan orang lain daripada merangkulnya. Tetapi pilihlah merangkul, walau lebih sulit.
Mzm. 133; 1Sam. 20:1-23, 35-42; Kis. 11:19-26