ROTI HIDUP
Yohanes 6:41-51
“Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.” (Yoh. 6:50)
Sastrawan Thomas Hardy pernah berkata, “Objek utama dari agama bukanlah menempatkan orang ke dalam surga, melainkan mendatangkan surga ke dalam dirinya.” Dalam konteks Kristen, tugas kita bukan membawa orang-orang kepada Yesus, hanya Roh Kudus yang bisa melakukan itu, melainkan membawa Yesus dalam diri kita kepada orang-orang melalui kesaksian hidup.
Injil Yohanes sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah roti hidup yang turun dari surga. Berarti fokus pelayanan Yesus adalah dunia, bukan surga. Sebagai roti hidup, Yesus memberikan kepada manusia kekuatan dan kehidupan. Yohanes menulis, “Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.” Artinya, hidup yang berarti dan bermakna dimiliki ketika Yesus tinggal di hati kita, saat firman-Nya menjadi darah dan daging kita, serta misi-Nya mengarahkan orientasi hidup kita di dunia ini. Yesus membagi-bagikan tubuh-Nya yang terpecah agar manusia mempunyai kehidupan yang utuh yang dihiasi dengan kasih yang mau berbagi. Inilah yang sering kita kenang dan hayati di meja perjamuan Tuhan.
Keyakinan bahwa Yesus adalah roti hidup mengajarkan kita untuk menjadi roti bagi sesama. Artinya, melalui hidup Yesus kita belajar untuk memberi dengan tulus. Tindakan tersebut dapat membawa orang lain untuk melihat Yesus Kristus di dalam kita, sehingga orang lain pun dapat merasakan dan mengalami kasih-Nya. Inilah tugas kita, membawa roti hidup kepada orang-orang supaya mereka dapat turut mengecapnya.
REFLEKSI:
Gereja dan kehidupan orang percaya yang bermisi (misional) terejawantah di dalam tindakan membagi roti bagi yang lapar.
Mzm. 119:97-104; Ul. 12:1-12; Yoh. 6:41-51