17 November 2016 / Renungan Harian

Rasa Aman yang Sejati


media

Rasa Aman yang Sejati

Mazmur 46

TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. (Mzm.46:8)

Sahabat saya bercerita tentang seseorang yang dikenalnya. Orang itu sangat kaya, tetapi hidup sederhana. Pakaian, makanan, serta kendaraannya adalah barang-barang yang juga dipakai oleh kebanyakan orang. Orang yang sangat kaya itu bekerja keras dan sangat menghemat uangnya supaya ia bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Salah satu kesenangannya yang, katanya, bisa membuat dirinya tenang adalah saat malam hendak tidur, ia membuka brankas uangnya, kemudian ia duduk dan memandangi tumpukan uang dalam brankas itu. Sesudah itu, barulah ia tidur dengan nyenyak. Sekalipun hanya sedikit orang yang berperilaku seekstrem itu, orang memang membutuhkan rasa aman dan umumnya hal itu didasarkan pada harta, kekuasaan, atau jabatannya.

Pada apa atau siapa kita memperoleh rasa aman yang sejati? Menurut Pemazmur, rasa aman yang sejati tidak kita peroleh dari benda seperti: emas, pagar tembok yang tinggi, atau tumpukan deposito. Rasa aman sejati juga tidak kita peroleh dari manusia. Rasa aman yang sejati hanya dapat kita peroleh dari Tuhan sebagaimana yang dikatakan Pemazmur, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (ay.2).

Mari kita periksa diri kita: apakah yang membuat hidup kita tenang? Dari mana atau dari siapakah perasaan aman datang dalam hidup kita?

 


Refleksi:

Rasa aman sejati hanya datang dari Allah, bukan dari benda ataupun yang lain.

 

Mzm.46; 2Taw.18:12-22; Ibr.9:23-28

Latest ARTICLE