30 June 2017 / Renungan Harian

Ragi yang Berpengaruh


media

Ragi yang Berpengaruh

Galatia 5:7-12

Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan (Gal. 5:9)

Apa bedanya suara gong dan ucapan manusia? Gong ketika dipukul akan bergema, tetapi suaranya lambat laun makin kecil dan tak terdengar. Sedangkan, ucapan manusia justru kian lama kian membesar. Bisik-bisik di pojok ruangan dapat menjadi berita besar yang dapat mengguncang masyarakat dan meruntuhkan sistem sosial yang telah mapan.

Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan! Ungkapan itu biasa dipakai masyarakat Yahudi untuk menggambarkan bahwa sesuatu yang tampaknya kecil ternyata mempunyai kekuatan dahsyat yang mampu mengubah tatanan. Namun, ungkapan itu bukan ditujukan untuk sesuatu yang baik, melainkan sebaliknya. Di jemaat Galatia, ada sekelompok orang yang kasak-kusuk menyebarkan ajaran tentang pentingnya memelihara Taurat. Ragi seperti itu bisa mengacaukan umat. Paulus dengan tegas mengingatkan orang percaya bahwa mereka sudah dimerdekakan dari dosanya oleh Kristus, maka semestinya tidak menghambakan diri lagi pada tuntutan Taurat, misalnya dengan menyunatkan diri. Mengapa? Sebab, jika mereka memenuhi tuntutan Taurat, itu berarti mereka tidak menganggap pengurbanan Kristus sebagai penebusan yang sempurna.

Ingatlah bahwa perkataan kita mempunyai dampak. Setiap perkataan yang keluar dari mulut kita juga tidak mungkin ditarik kembali. Karena itu, berhati-hatilah dalam menyampaikan sesuatu apalagi berkaitan dengan ajaran iman.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin menggunakan lidah kami untuk mengucapkan hal yang baik. Amin

 

Mzm. 89:2-5, 16-19; Yer. 25:8-14; Gal. 5:7-12

Latest ARTICLE