24 October 2016 / Renungan Harian

Pupuk Rohani


media

Pupuk Rohani

1 Petrus 4:12-19

...janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian... Sebaliknya, bersukacitalah... (1Ptr.4:12-13)

Pada umumnya, orang menolak penderitaan. Bahkan, ada yang berpandangan bahwa setiap orang yang sungguh-sungguh beriman akan diberkati Tuhan secara luar biasa dan dijauhkan dari penderitaan; bila ada orang percaya yang hidupnya susah, menderita, pasti karena dia masih menyimpan dosa atau belum sungguh-sungguh percaya. Tentu pemahaman itu harus kita tolak karena Tuhan tidak pernah berjanji bahwa setiap orang yang mengikut-Nya akan hidup tanpa penderitaan. Apalagi, kita juga meyakini bahwa lewat penderitaan pun, kita dapat mengalami kasih Allah dan iman kita bertumbuh.

Penderitaan dapat menjadi alat untuk memacu pertumbuhan iman kita. Penderitaan dapat mendorong kita menjadi lebih dekat kepada Allah dan makin menghayati firman-Nya. Penderitaan dapat menjadi sarana Allah untuk membentuk kita dengan indah agar makin menjadi seperti Kristus. Semua persoalan, pergumulan, dan penderitaan yang kita alami seharusnya kita pandang sebagai suatu kesempatan untuk membentuk kepribadian kita menjadi indah.

Jadi, jangan mengelak atau bersungut-sungut ketika pergumulan datang menghampiri kita. Percayalah bahwa Allah akan memberi kita kekuatan untuk menghadapi semua itu. Tanpa penderitaan, kita tidak dapat menjadi seperti yang diinginkan Allah. Ketika kepribadian kita dibentuk, kita akan memancarkan keindahan pribadi Yesus.

 


Doa:

Tuhan, biarlah melalui pencobaan dan penderitaan, kami makin mengenal-Mu dan makin menjadi serupa dengan-Mu. Amin.

 

Mzm.84:9-13; 1Sam.2:1-10; 1Ptr.4:12-19

Latest ARTICLE