03 January 2017 / Renungan Harian

Prasasti


media

Prasasti

Kejadian 28:10-22

...Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu... (Kej.28:18)

Biasanya prasasti ditulis pada benda keras, misalnya batu. Kata prasasti berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "pujian" kemudian maknanya diperluas menjadi "piagam" atau "maklumat".

Yakub mendirikan semacam prasasti. Ia mengambil batu yang dipakai sebagai alas kepalanya, membangunnya menjadi sebuah monumen, dan mengurapinya dengan minyak. Tempat dimana ia telah berbaring itu baginya adalah tempat yang kudus. Di situ segala kegelisahannya dijawab oleh Tuhan. Yakub mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui mimpi. Dalam perjumpaan itu, Tuhan kembali mengulangi janji-Nya bahwa Ia akan selalu menyertai Yakub di sepanjang hidupnya. Yakub yang diliputi ketakutan dan rasa bersalah terhadap kakaknya, Esau, kini memperoleh kepastian bahwa Tuhan pasti menolongnya.

"Lus" nama tempat yang tadinya biasa-biasa saja kemudian diganti menjadi "Betel" artinya "Rumah Allah" karena di situ Yakub mengalami perjumpaan dengan Allah. Ternyata setiap tempat bisa diubah Tuhan menjadi tempat yang kudus, di mana Ia berkenan menyapa umat-Nya. Tidak hanya sekadar mendirikan prasasti dan mengubah nama tempat, Yakub juga berkomitmen untuk memberikan sepersepuluh dari segala yang diperolehnya. Tuhan tidak minta dibuatkan tugu dan persembahan, tetapi Yakublah yang merespons pertolongan Tuhan dengan rasa syukur.

 


Refleksi:

Alangkah indahnya jika hidup kita juga menjadi prasasti hidup yang dapat mengantar orang datang kepada Tuhan.

 

Mzm.72; Kej.28:10-22; Ibr.11:13-22

Latest ARTICLE