(Ul.30:19)
">
Ulangan 30:15-20
"Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,..." (Ul.30:19)
Tidak lama lagi umat Israel akan sampai di negeri perjanjian. Namun, Tuhan telah berfirman bahwa Musa tidak akan memasuki tanah itu. Untuk itu, Musa menyampaikan nasihat-nasihat terakhirnya kepada umat Israel. Musa harus selalu mengingatkan umat itu akan ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Hal ini, menurut Musa bukan sesuatu yang terlalu sukar bagi umat. Bukankah firman Tuhan sangat dekat yaitu dalam mulut dan hati umat-Nya? Bukankah hampir setiap waktu umat mengucapkan firman Tuhan dalam keseharian mereka? Menurut Musa, firman itu sangat dekat untuk dilakukan.
Musa menghadapkan dua pilihan kepada umat Israel: kehidupan atau kematian. Tepatnya, jalan menuju hidup dan jalan menuju kematian. Jalan menuju hidup adalah dengan hidup taat dan setia kepada Tuhan, melakukan ketetapan dan peraturan Tuhan dengan kesungguhan. Begitulah seharusnya cara umat Tuhan mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan. Sedangkan jalan kematian adalah hidup dalam kesesatan dan mengikuti allah-allah asing. Musa menasihati umat Israel untuk memilih kehidupan. Artinya, mereka harus mengasihi Tuhan dengan mendengarkan suara-Nya dan berpaut kepada-Nya.
Bagaimana dengan kita? Benar bahwa kita telah memilih jalan kehidupan. Sudahkah pilihan itu kita jalani dengan penuh kesungguhan? Sudahkah Firman Tuhan bukan hanya diucapkan, melainkan juga dilakukan setiap hari?
Refleksi:
Sebuah jalan akan mengantar kita sampai tujuan hanya bila dijalani.
Ul.30:15-20; Mzm.1; Flm.1:1-21;Luk.14:25-33