04 March 2019 / Renungan Harian

Perubahan Pola Pikir


media

PERUBAHAN POLA PIKIR
Kisah Para Rasul 10:9-23a

“Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” (Kis. 10:15)

Akan tiba saatnya pola pikir, pendirian, gagasan, tradisi dan kebiasaan kita harus diperbarui seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kebudayaan dan bahkan corak spiritualitas. Kita perlu belajar pola pikir yang baru. Kegagalan mengubah pola pikir dapat mengakibatkan kehadiran kita tidak lagi berdampak bagi komunitas. Kita semua membutuhkan cara-cara baru dalam menanggapi tantangan zaman.

Ada sebuah pengalaman spiritual yang dialami Petrus setelah kebangkitan Kristus. Ia menyaksikan munculnya makanan haram dan halal disertai penegasan bahwa, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa kini Injil harus diberitakan kepada segala makhluk. Anugerah Allah tidak sebatas bagi orang Yahudi saja. Petrus diajak Allah untuk memperbarui pola pikirnya. Bagi Petrus, seorang Yahudi, ini tidak mudah, tetapi ia taat dan mau berproses bersama Roh-Nya. Petrus mau diajar Allah untuk tidak pelit dalam menyatakan kebaikan Allah bagi banyak orang.

Batasan-batasan dalam kehidupan tidak buruk. Tanpa batasan dan larangan, banyak orang hidup semau-maunya dan dapat saja merugikan hak yang lain. Tetapi dalam hal mengasihi dan menyampaikan kabar baik, tidak sepatutnya dibangun batasan. Kerinduan orang untuk mengenal dan mengikut Yesus tidak boleh dihambat dan dihalangi oleh tradisi, pola pikir yang sempit dan pementingan diri atau kelompok semata.



REFLEKSI:

Allah mengajarkan kita untuk menunjukkan kasih yang terbuka, bukan kasih yang sempit dan pilih-pilih.

Mzm. 35:11-28; Kel. 35:1-29; Kis. 10:9-23a

Latest ARTICLE