26 August 2019 / Renungan Harian

PERKATAANMU MENYATAKAN HATIMU


media

PERKATAANMU MENYATAKAN HATIMU
Mazmur 109:21-31

Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak. (Mzm. 109:30)

Kita mungkin akrab dengan ungkapan, “mulutmu harimaumu,” yang mengandung arti kata-kata kita bisa menghancurkan atau membinasakan hidup orang lain dan akhirnya menghancurkan hidup kita sendiri. Tanpa kita sadari, bisa jadi, kita sering menyakiti orang lain dengan perkataan-perkataan kita, juga menyakiti orang yang kita sayangi. Belajar dari pemazmur, mari memperhatikan perkataan kita.

Mazmur 109 diberi judul oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) “Doa orang yang kena fitnah.” Ucapan para pemfitnah dibalas pemazmur dengan berdoa kepada Allah. Pemazmur memohon pertolongan Allah, dan memuji Allah karena Allah menyelamatkannya (ay. 30-31). Dunia sekarang ini, penuh dengan fitnah; orang begitu mudah menciptakan, menyebarkan dan memercayai hoax (berita bohong) tanpa melakukan verifikasi. Akibatnya, orang menjadi mudah saling membenci. Berita yang benar bisa dianggap hoax dan hoax bisa dianggap kebenaran. Fitnah (hoax) biasanya berawal dari hati yang dipenuhi kebencian, kemudian mewujud dalam perkataan-perkataan fitnah (ay.1-5).

Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Jangan membalas fitnah dengan fitnah. Mulut kita perlu selalu memuji, dan bersyukur kepada Allah. Janganlah dari mulut kita keluar kata-kata baik, namun juga kata-kata kotor; mengucapkan kata-kata pujian tetapi juga fitnah. Perkataan-perkataan kita menunjukkan siapa pemilik hati dan hidup kita.

DOA:

Tuhan kuasailah hidup dan hatiku, supaya dari mulutku yang keluar hanyalah perkataan-perkataan berkat. Amin.

Mzm. 109:21-31; Yeh. 20:1-17; Ibr. 3:7—4:11

Latest ARTICLE