29 July 2019 / Renungan Harian

PERKARA YANG DI ATAS


media

PERKARA YANG DI ATAS
Kolose 2:16-3:4

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. (Kol. 3:1)

“Ketika hari penghakiman datang, kita tidak ditanyai mengenai apa yang sudah kita baca, melainkan apa yang sudah kita lakukan,” tulis Thomas á Kempis dalam The Imitation of Christ. Alkitab tidak memberikan kepada kita pengetahuan tentang Tuhan, melainkan mengajar kita mengenal Tuhan dan melakukan firman-Nya.

Pengetahuan bisa saja menjadi hukum yang kaku. Ukurannya sekadar tahu atau hafal. Hal ini lalu menempatkan elit-elit agama dalam posisi terhormat. Bahkan, mereka dipandang sebagai orang-orang suci yang unggul dalam hal spiritual. Padahal, hidup mereka bisa jadi penuh dengan kepura-puraan. Situasi inilah yang dikritik oleh Paulus. Ia mengajak mereka untuk mencari perkara yang di atas. Maksudnya, mencari dan melakukan apa yang dikehendaki Allah di dalam Yesus Kristus. Motifnya bukan meninggikan diri, melainkan memuliakan Tuhan. Tindakan konkretnya adalah melawan nafsu serakah dalam diri, dan melayani sesama dengan kasih yang dianugerahkan Kristus. Perkara ini tulus dilakukan dan penuh rasa syukur.

Banyak orang mungkin tahu tentang isi Alkitab; banyak ayat yang sudah dihafal. Namun, lebih perlu melakukan apa yang Tuhan mau daripada sekadar tahu. Seperti kata Kempis, yang ditanyakan nantinya bukan apa yang sudah kita baca, tetapi apa yang sudah kita lakukan. Namun, bukan perbuatan yang menyelamatkan kita. Perbuatan adalah wujud rasa syukur dan tanggung jawab dari kita yang telah diselamatkan-Nya.

REFLEKSI:

Firman Tuhan bukan hukum yang menghanguskan, namun nasihat dan jalan yang menghidupkan. Berbahagialah mereka yang mengikutinya.

Mzm. 55:17-24; Est. 5:1-14; Kol. 2:16—3:1

Latest ARTICLE