1 Timotius 6:6-19
Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. (1Tim.6:17)
Apakah anda termasuk orang kaya? Anda wajib membaca tulisan ini. Anda bukan orang kaya? Anda tetap harus membaca ini, siapa tahu besok Anda menjadi orang kaya! Kaya adalah memiliki lebih dari yang dibutuhkan alias berkelimpahan. Kekayaan sering dipandang sebagai simbol kesenangan dan kebahagiaan. Kita kurang menyadari adanya tanggung jawab di balik kekayaan itu.
Menjadi orang kaya sebenarnya tidak mudah. Memang orang kaya bisa mendapatkan berbagai kemudahan karena kekayaannya. Namun, justru kemudahan-kemudahan itulah yang menjadi tantangan dan ujian bagi mereka. Apakah dalam kemudahan itu ia tetap mengandalkan Tuhan atau mengandalkan kemampuannya sendiri? Apakah dalam kesenangannya ia mau berbagi dengan sesama atau hanya dinikmati sendiri saja? Apakah di dalam kekayaannya ia mampu menyadari kemiskinannya di hadapan Tuhan? Apakah ia juga kaya dalam kebajikan dan suka berbagi sebab pada dasanya segala kekayaan itu adalah milik Tuhan?
Dalam kemurahan-Nya, Tuhan yang Mahakaya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Jadi, kita semua diberi karunia unuk menikmati kekayaan Bapa. Kita bukanlah pemilik kekayaan itu. Karena itu, tidak seorang pun boleh sewenang-wenang dalam hidupnya. Hidup bergelimang harta jangan membutakan kesadaran kita untuk menggunakan harta itu dengan baik. Semua itu hnaya titipan.
Refleksi:
Ada tanggung jawab yang besar di balik kekayaan.
Am.6:1a, 4-7; Mzm.146; 1Tim.6:6-19; Luk.16:19-31