(Mat. 9:2)
">
Matius 9:2-13
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." (Mat. 9:2)
Bagaimana perasaan orang lumpuh itu ketika ia mendengar ucapan Tuhan Yesus "dosamu sudah diampuni"? Tentu tidak terbayangkan. Dalam konteks zaman itu, hal yang paling berat bagi seseorang adalah ketika ia menanggung hukuman dosa. Pada zaman itu, orang sakit sering dikaitkan dengan dosanya atau dosa orang tuanya. Apalagi, sakit yang lama diderita seperti sakit lumpuh. Berada dalam situasi seperti itu tentulah sangat menderita.
Untunglah, si lumpuh mendapat dukungan banyak orang. Solidaritas orang banyak pada si penderita menjadi kekuatan dukungan yang besar. Itu pula yang diperhatikan Tuhan Yesus. Solidaritas itu ternyata dilahirkan dari iman yang besar. Maka, si lumpuh itu dibawa ke hadapan Tuhan Yesus. Memperhatikan iman besar yang ada dalam diri orang banyak itu, Tuhan Yesus pun meneguhkan iman si lumpuh. "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni". Dapat dibayangkan betapa riangnya hati si penderita. Betapa bersyukurnya orang banyak itu.
Gereja yang hadir di dunia ini seharusnya merupakan manifestasi kekuatan solidaritas. Inilah yang perlu terus dipupuk dalam persekutuan hidup bersama orang-orang percaya. Gereja seharusnya menjadi tanda bahwa di tengah dunia ini masih ada orang yang beriman dan mau peduli. Iman yang seperti itulah yang selalu dilihat dan diperhatikan Tuhan.
DOA:
Tuhan, kami ingin menjadi umat-Mu yang peduli pada sesama kami, terutama mereka yang sakit dan menderita. Amin.
Mzm. 25:1-10; Mzm. 32; Mat. 9:2-13