PERCAYALAH DAN SALING MEMULIHKAN
Lukas 9:37-43a
“Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!” (Luk. 9:41)
Suatu siang, seorang ibu meminta saya untuk mengantarnya ke IGD. Ia baru saja jatuh dari motor. Helmnya terlepas dan kepalanya membentur aspal. Dalam perjalanan ia berusaha menelepon anaknya, namun selalu gagal. Kemudian, ia menelepon dokter langganannya. Saya mendengar percakapan mereka, karena menggunakan speaker. Ibu ini menanyakan apa yang harus ia lakukan dengan kepalanya yang terbentur. Dokter itu dengan ramah menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan sesampainya di IGD. Setelah percakapan mereka selesai, saya memuji sikap dokter itu. Si ibu lalu menjelaskan bahwa dokter itu baik sekali, ramah, mudah ditemui dan bila ditelepon pasti menjawab dan mau ditanya apa saja. Si ibu melanjutkan, “Pokoknya, baru lihat senyumnya saja sudah sembuh.”
Sebagai Anak yang Terkasih, Yesus memiliki misi untuk menyatakan kebaikan, kemurahan dan kasih Allah kepada umat manusia. Yesus bukanlah imam yang tinggal berdoa di Bait Allah atau seorang suci yang hidup bertapa di atas gunung. Ia menyepi untuk berdoa, namun juga berjalan untuk berjumpa. Berjumpa untuk menyapa, berjumpa untuk memulihkan, termasuk memulihkan seorang anak tunggal yang dikuasai roh. Harusnya murid-murid-Nya bisa menyembuhkan, namun tidak dapat karena mereka tidak percaya.
Setiap kita sebagai anak-anak Allah, memiliki kuasa dari Allah untuk saling memulihkan. Sebagai murid, kita diminta untuk membuka hati kepada orang lain; ramah, terbuka untuk memberi kebaikan dan percaya akan kuasa Kristus.
DOA:
Allah Bapa yang penuh kasih karunia, bimbinglah kami memiliki kebaikan, percaya pada kuasa-Mu untuk saling memulihkan. Amin.
Mzm. 64; Yeh. 32:1-10; Luk. 9:37-43a