PERCAYA DAN BEKERJA
1 Samuel 17:32-51
Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin …. (1Sam. 17:40)
“Kalau Tuhan sudah tahu, mengapa kita perlu berdoa? Kalau Tuhan penuh kasih dan berkuasa, kenapa kita harus bekerja?” Pertanyaan yang sekalipun logis itu, dapat membuat orang jatuh pada dua ekstrem berikut: berdoa saja tanpa bekerja atau bekerja saja tanpa berdoa. Padahal, Alkitab mengatakan doa dan kerja, iman dan perbuatan. Ibarat tubuh dan roh, keduanya perlu bersama, jika tidak maka akan mati (Yak. 2:26).
Daud menunjukkan itu. Walau ia tahu, Tuhan yang besar akan menolongnya mengalahkan Goliat, Daud tidak lantas berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa untuk mengalahkan Goliat. Sebaliknya, Daud bertindak. Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin. Ia tidak memakai sembarang batu, tetapi batu pilihan. Ia memilih ukuran yang tepat. Ia juga memilih batu yang licin. Mengapa? Supaya batu yang ukurannya tepat dan licin itu bisa melewati ketopong dan mengenai kepala Goliat. Mengapa Daud memilih lima batu? Karena ia tahu, bisa jadi ia gagal beberapa kali dalam membidik kepala Goliat. Artinya, Daud berusaha dan bertindak, meski ia percaya kuasa Tuhan pasti menolongnya mengalahkan Goliat.
Meyakini kuasa dan kasih Tuhan, bukan berarti kita pasif dalam menjalani hidup. Justru kalau kita percaya Tuhan itu berkuasa dan mengasihi kita, maka kita perlu bertindak sesuai dengan kasih dan kuasa-Nya. Selain percaya, kita juga perlu berusaha. Selain berdoa, kita juga perlu bekerja. Ora et labora.
DOA:
Ya Tuhan, mampukan kami meyakini kuasa-Mu dan bekerja seturut dengan kuasa itu. Amin.
Mzm. 150; 1Sam. 17:32-51; Luk. 24:36-40