30 August 2019 / Renungan Harian

PENGURUS KASIH KARUNIA


media

1 Petrus 4:7-11

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. (1Pet. 4:10)

Seorang mahasiswi tinggal di tempat kost. Di sebelah kamarnya, tinggal sebuah keluarga yang miskin. Satu malam terjadi pemadaman listrik. Ia kemudian mendengar pintu kamarnya diketuk. Ketika pintu dibuka, ia melihat anak tetangga kamarnya. Anak itu bertanya, “Apakah kakak punya lilin?” Mahasiswi ini berpikir cepat dan mengatakan, “Tidak punya!” Ia mengira, anak tetangganya datang hendak meminta lilin. Namun, ternyata anak itu datang untuk memberinya lilin.

1 Petrus 4 menceritakan tentang diri penulis sebagai seorang yang pernah gagal menguasai dirinya, seorang yang pernah gagal untuk tinggal dalam kasihnya kepada Allah. Dia adalah Rasul Petrus yang mengajak kita melalui suratnya untuk menjadi penatalayan atas kasih karunia Allah. Petrus mengatakan bahwa hidupnya dijalani hanya oleh kasih karunia Allah, sehingga hidup yang terbaik itu mesti dijalani dengan menjadi pengurus (penatalayan) kasih karunia. Artinya jadilah seorang yang mengerjakan kasih karunia untuk Tuhan yang lebih dahulu memberi kasih karunia. Bagi Petrus, setiap murid Kristus mesti menjadi penatalayan (oikonomos) atas kasih karunia Allah (ay. 10)

Marilah kita hidup dalam kasih karunia Allah yang menghadirkan pelayanan-pelayanan kasih kepada sesama bagi kemuliaan Allah. Kasih Allah melimpah bagi kita. Ia menghendaki, kita mengalami kelimpahan kasih-Nya dan membagikan kasih itu kepada sesama kita, dimulai dari orang-orang di sekitar kita.

DOA: Tuhan jadikan saya pengurus yang baik dari kasih karunia-Mu, supaya orang lain dapat mengenal kasih karunia-Mu melaluiku. Amin.

Mzm. 112; Ams. 18:6-12; 1Ptr. 4:7-11

Latest ARTICLE