Mazmur 51:2-11
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. (Mzm. 51:5)
Selama 35 tahun rasa gelisah dan takut menghantui Jose Ferreira sejak ia menyembunyikan perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa Carrie A. Jopek. Pada 1982 Polisi menemukan jenasah Jopek, tetapi tidak berhasil mengungkapkan penyebab kematiannya. Ferreira diam. Namun, ia terus gelisah dan takut. Barulah pada 2015, Ferreira mengakui perbuatannya. Dia menyerahkan diri kepada kepolisian dan siap menerima hukuman.
Pengakuan dosa merupakan tindakan sadar terhadap perbuatan yang telah merusak orang lain, ciptaan Tuhan dan persekutuan dengan Tuhan. Pengakuan dosa juga merupakan tindakan mengakui secara jujur dan terbuka segala perbuatan dosa. Oleh karena itu, pengakuan dosa butuh keberanian diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri. Namun, pengakuan dosa yang dilakukan secara benar pada hakikatnya mendatangkan pembebasan diri menuju kedamaian sejati.
Daud mengalami pembebasan diri seperti itu oleh karena mengakui dosanya sendiri. Daud berdosa karena perbuatannya kepada Batsyeba (dan suaminya Uria). Ia sadar dan mengakui dosanya. Tuhan pun mengampuni dan melimpahkan damai sejati kepada Daud.
Jadi, daripada terus dicengkeram oleh kuasa dosa yang menggelisahkan dan menakutkan, lebih baik kita mengakui segala dosa kita di hadapan Tuhan. Selalu ada pengampunan dari Tuhan bagi setiap orang yang mau rendah hati dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
REFLEKSI: Allah Mahapengampun tak pernah menutup mata atas tindakan dosa. Dia juga tidak pernah menutup telinga kepada segala pengakuan dosa.
Mzm. 51:2-11; Kej. 8:20—9:7; Yoh. 10:11-21