25 October 2018 / Renungan Harian

Pemimpin Palsu


media

Pemimpin Palsu
Yeremia 23:9-15

Sungguh, baik nabi maupun imam berlaku fasik; di rumah-Ku pun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 23:11)

Bulan Januari 2017, publik dikagetkan oleh berita seorang pengusaha yang sekaligus pemimpin sebuah gereja ditangkap karena menyuap seorang hakim. Pada saat yang sama hakim yang bersangkutan juga ikut diamankan karena tertangkap tangan menerima suap dalam kasus yang sama. Suap itu konon dilakukan untuk memengaruhi pengambilan keputusan untuk sebuah kasus yang sedang ditangani.

Pemimpin agama yang tidak jujur, tidak bersih kelakuannya menjadi sorotan Yeremia 23:9–24 yang menjadi bacaan kita hari ini. Para nabi semestinya mengarahkan umat untuk kembali pada Tuhan. Namun, bukannya membimbing umat ke jalan yang benar, para nabi ini justru menyesatkan umat dengan bernubuat demi Baal (ay. 13). Para nabi berbuat tidak jujur dan membela orang yang berbuat jahat sehingga tidak ada yang bertobat (14).

Banyak orang sangat ingin menjadi pemimpin. Namun tidak sedikit yang mengabaikan atau mungkin tidak memahami bahwa integritas seorang pemimpin sangat menentukan kehidupan para pengikutnya. Renungan hari ini mengingatkan kita, agar tidak mudah terjebak dalam keinginan menjadi seorang pemimpin yang dihargai dan dihormati namun mengabaikan integritas. Siapa pun kita, kita perlu menyadari bahwa kehadiran kita berpengaruh pada orang di sekitar kita, karena itu kita harus berkomitmen menjadi orang yang takut kepada Tuhan.


DOA:
Ya Tuhan, terangilah hati dan pikiran kami, agar hidup kami mampu bercahaya dan menerangi sesama kami. Amin.

Mzm. 126; Yer. 23:9-15; Ibr. 7:1-10

Latest ARTICLE