Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau..." (Kej.26:3)
">
Kejadian 26:1-5
"Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau..." (Kej.26:3)
Di Jakarta, pada tahun 1999, ada seorang calon pendeta yang menerima biaya hidupnya dari gerejanya sebesar Rp.450.000. Uang sebesar itu sebenarnya tidak cukup baginya, apalagi ia sudah berkeluarga. Namun, ia tidak mengeluh, apalagi mengadu ke sana-sini. Calon pendeta itu menerima apa yang diberikan gerejanya dengan bersyukur kepada Tuhan. Ia percaya bahwa hidupnya dipelihara oleh Tuhan dan tidak bergantung pada uang yang ada di tangan. Ia giat melayani karena itu adalah "urusannya"; selebihnya adalah "urusan Tuhan", termasuk bagaimana kelangsungan hidupnya.
Ishak, pewaris Abraham, juga pernah mengalami masa sulit. Ia harus menjadi orang asing di Gerar. Tuhan memintanya untuk tetap berdiam di sana sekalipun ada cara lain yang lebih mudah bagi Ishak, yaitu pergi ke Mesir. Tuhan berjanji akan menyertai dan memberkati Ishak. Tentu tidak mudah bagi Ishak untuk sungguh-sungguh percaya dan mengikuti apa yang dikatakan Tuhan dalam kelaparan itu. Namun, kita semua tahu Tuhan sungguh menepati janji-Nya. Ishak terpelihara kehidupannya.
Kita terkadang merasa bahwa pemikiran atau strategi kita dalam menghadapi kesulitan pasti selalu baik, sementara cara Tuhan terasa sulit diterima akal. Namun, ternyata cara dan janji Tuhanlah yang pasti benar. Kalaupun terasa sulit, percaya saja Tuhan pasti tidak akan pernah mencelakakan anak-anak-Nya.
Doa:
Ya Tuhan, tolong kami untuk selalu percaya pada pemeliharaan-Mu. Amin
Mzm.119:1-8; Kej.26:1-5; Yak.1:12-16